News Harryt DaguHarryt Dagu Senin, 10 Februari 2025 10:53:52

Ribuan Motor Listrik Nganggur di Gudang, Masyarakat Tunggu Kepastian Subsidi?

Ribuan Motor Listrik Nganggur di Gudang, Masyarakat Tunggu Kepastian Subsidi?
Harryt Dagu

Ribuan motor listrik nganggur di gudang. Subsidi motor listrik menjadi kunci. Tanpa subsidi, masyarakat masih enggan beli

OtoHub.co - Beredar kabar ribuan motor listrik kini justru menumpuk di gudang para produsen atau penjual (dealer).


Lantaran tak kunjung terjual. Penyebabnya, masyarakat memilih menunda pembelian.


Hal ini terjadi karena kucuran subsidi motor listrik dihentikan sementara.


Alhasil konsumen menanti kepastian dari pemerintah soal keberlanjutan subsidi motor listrik.


Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) Budi Setyadi mengungkapkan bahwa tren menunda pembelian membuat stok motor listrik semakin menumpuk.


"Cukup banyak lah intinya, karena masyarakat pada stop buying untuk menunggu insentif subsidi," kata Budi, dalam sebuah wawancara dengan media di Jakarta (3/2/2025).


Artinya, subsidi motor listrik menjadi kunci. Tanpa subsidi, masyarakat masih enggan beli.


Dikatakan oleh Budi, masyarakat masih sangat bergantung pada subsidi dalam membeli motor listrik.


Turunnya daya beli juga semakin memperparah kondisi pasar.


"Kalau kita lihat sekarang ini kan juga daya beli masyarakat lagi menurun juga kan. Tapi mungkin sebagai penyebab utama adalah masyarakat sekarang stop buying karena memang menunggu dari keputusan pemerintah mencakup masalah subsidi ini atau kemudian insentif," imbuh Budi.


Seperti diketahui, kuota subsidi pembelian motor listrik senilai Rp 7 juta per unit telah habis di tahun lalu.


Sehingga banyak calon pembeli memilih bersabar sampai ada kejelasan dari pemerintah.


Padahal, industri sepeda motor listrik di Indonesia sedang bertumbuh pesat, tetapi tanpa insentif, minat pasar justru melorot.


Menyoal masalah ini, Pemerintah telah menggelar rapat koordinasi dengan AISMOLI untuk membahas kelanjutan insentif pembelian motor listrik.


Namun, keputusan final belum bisa diambil karena masih menunggu revisi Perpres Nomor 55 Tahun 2019, tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan APBN 2025 sanggup mengucurkan dana untuk kelanjutan subsidi motor listrik.


"Subsidi (Rp7 juta untuk pembelian motor listrik) harusnya masih tetap," jelas Airlangga di Kemenko Perekonomian (7/2).


Ia menegaskan, APBN 2025 sudah disetujui termasuk didalamnya subsidi motor listrik.


"Memungkinkan (APBN dan kondisi fiskal), karena jumlahnya (subsidi motor listrik) sudah disetujui semua. Jadi, program tidak terganggu," lanjut Menko Airlangga.

Related Article

Related Category