Otohub.co - Meski tantangan ekonomi global masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi ekspor kendaraan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tetap mampu menjaga kinerjanya.
Pada tahun 2024, Toyota Indonesia berhasil mengekspor 276.000 unit kendaraan, meskipun ada sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 290.000 unit.
Menurut Bob Azam, VP Director PT TMMIN, penurunan ekspor ini tidak lepas dari dampak perang Rusia-Ukraina dan melemahnya permintaan global.
Namun, ada kabar baik, ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota Indonesia justru mengalami lonjakan hingga 111%.
"Tahun 2023, ekspor mobil hybrid Toyota seperti Innova Zenix dan Yaris Cross mencapai 8.700 unit. Tahun 2024, angkanya melonjak drastis menjadi 18.700 unit,"
"Ini membuktikan bahwa kebijakan insentif untuk kendaraan hybrid tidak hanya mendorong pasar domestik, tetapi juga meningkatkan daya saing ekspor Indonesia," jelas Bob, disela gelaran buka puasa bersama Toyota Indonesia (18/3/2025).
Baca Juga:
Toyota di Tangan Jap Ernando Demily, Ungkap Strategi Jitu Menjaga Posisi Market Leader
Ia melanjutkan, Toyota terus memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara seperti Amerika Latin, Meksiko, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, dengan tetap mempertahankan standar kualitas tinggi dan efisiensi produksi.
"Kami terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi, karena itu kunci dalam menghadapi daya saing global,"
"Selain itu, kami juga menaruh perhatian pada aspek lingkungan dan riset pasar untuk memahami perilaku konsumen di berbagai negara tujuan ekspor," tambah Bob.