OtoHub.co - Terjadi lagi peristiwa tragis yang melibatkan truk di gerbang tol Ciawi, Borgor, Jawa Barat, Selasa (4/2) pukul 23.30 WIB.
Persisnya, melibatkan truk pengangkut galon air mineral yang diduga karena rem blong.
Karena itu, truk menabrak mobil-mobil yang sedang antre di gerbang tol yang sedang membayar tol.
Kejadian rem blong pada kendaraan besar macam truk maupun bus sebenarnya kerap terjadi di Indonesia.
Sebelumnya, truk pengangkut kertas juga mengalami rem blong di tol Cipularang KM 92 (11/11/2024) hingga mengakibatkan korban.
Nah, sebenarnya kenapa bisa terjadi rem blong pada kendaraan truk?
Tentu perawatan menjadi hal yang sangat penting. Begitu juga pada komponen rem, agar dapat berfungsi secara maksimal.
"Secara teori cara kerja sistem pengereman pada mobil kecil dan kendaraan komersial atau truk sama," buka Wahono, Servce Manager, Auto2000 Jati Asih, Bekasi.
Bila mengabaikan untuk merawat sistem rem dalam hal ini pada kendaraan truk, maka sudah pasti akan muncul masalah-masalah pada sistem pengereman yang bisa berakibat fatal yaitu rem blong.
Kalau pada truk kecil, contohnya pada truk Dyna pakai tromol depan belakang dan dibantu exhaust brake.
Sedangkan pada truk berdimensi besar, sistem pengereman menggunakan beberapa jenis rem, seperti rem udara dan rem hidrolis.
Rem udara atau rem pneumatik digunakan pada kendaraan komersial berat.
Cara kerjanya adalah dengan mengubah udara bertekanan menjadi gaya mekanis yang menekan kampas rem ke tromol atau cakram.
Sedangkan Rem hidrolis menggunakan minyak rem sebagai komponennya.
"Jadi ketika ada udara di dalam sistem rem pada selang minyak rem, saat rem bekerja lebih keras maka muncul panas yang sangat tinggi. Akibatnya minyak rem mendidih karena panas tersebut. Bila kualitas minyak rem sudah tidak baik tentu akan timbul gelembung udara sehingga menyebabkan rem blong," ujar Wahono menjelaskan.
"Selain itu, kebocoran minyak rem bisa muncul dari master rem yang disebabkan usia seal atau kotoran yang timbul karena minyak rem tidak diganti pada waktunya,"
"Alhasil muncul lumpur yang nempel di dalam piston yang menyebabkan baret. Saat baret ini timbul celah yang mengakibatkan tekanan lalu bocor," lanjut Wahono.

Ilustrasi sistem pengereman pada kendaraan truk
Nah, apakah daya angkut barang yang berlebihan atau disebut ODOL (Over dimension over load) pada kendaraan truk bisa menyebabkan rem blong?
Pengamat transportasi, Tulus Abadi, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol Unsur Masyarakat menyatakan,
"Kurang lebih 45% kendaraan truk yang berkeliaran di jalanan nasional dan tol sudah overload dan over dimensi. Yang menjadi permasalahan saat truk ini ODOL melewati jalanan yang punya kontur jalanan yang berbeda-beda akan berisiko sangat tinggi."
"Saat truk membawa barang yang overload ini, kinerja rem tidak akan maksimal yang mengakibatkan potensi terjadinya rem blong," tegas Tulus seperti dikutip pada Kompas TV.
Wahono pun mengamini, "Beban barang yang dibawa kendaraan juga sangat mempengaruhi terjadinya rem blong, terutama pada mobil besar atau komersial yang biasanya membawa barang," imbuhnya.
Ada sistem pengereman yang namanya Load Sensing Proportional Valve atau biasa disebut LSPV. "Jadi sistem LSPV ini membagi minyak rem dari depan ke belakang saat melaju di jalur jalan turunan," terang Wahono.
"Nah di saat kendaraan yang membawa barang banyak tersebut, akan secara otomatis minyak rem akan terbagi lebih banyak di roda bagian belakang kanan-kiri agar pengereman bekerja lebih maksimal," tukasnya.

Cara kerja LSPV dalam membagi minyak rem secara otomatis
Nah, berikut ringkasan beberapa penyebab rem blong yang mungkin bisa terjadi pada kendaraan :
1. Piston Rem rusak menyebabkan sistem rem tak berfungsi akibat tak adanya tekanan hidraulis untuk menekan bagian kampas rem.
2. Kampas rem tipis atau habis membuat rem tidak pakem dan akan menyulitkan proses saat pengereman kendaraan.
3. Parahnya lagi adalah minyak rem habis, tentu tanpa adanya minyak rem, proses penerusan tenaga melalui tekanan ke bagian piston tidak akan bekerja dan kampas pun tidak akan berfungsi.
4. Selang oli tersumbat akibat kotoran yang masuk melalui proses pengisian minyak rem. Lalu pergantian minyak rem yang memang tidak sesuai standart juga bisa menyebabkan sumbatan karena sifatnya yang mudah mengendap.
5. Seal piston master silinder rusak, terjadi akibat pemakaian rem yang sudah lama dan tak terawat.
6. Vapour lock adalah kondisi menguapnya minyak rem akibat panas yang berlebihan. Biasanya terjadi akibat rumah rem yang terlalu panas sehingga menyebabkan minyak rem mendidih dan menimbulkan gelembung atau uap yang nantinya akan mengganggu sistem pengereman.